

Profil Disbudpar
Thursday, 06 May 2010 14:49
Written by Admin
| Article Index |
|---|
| Profil Disbudpar |
| tupoksi |
| All Pages |
PROFIL KELEMBAGAAN
Struktur dan Tata Kerja Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten OKI mempunyai tugas membantu Kepala Daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan di bidang Kebudayaan dan Pariwisata. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI mempunyai tugas :
1. Penyelenggaraan Pembinaan dan Pengembangan Kebudayaan,
2. Penyelenggaraan Pembinaan, Pengembangan dan Pemantauan Objek Wisata dan Atraksi Wisata,
3. Penyelenggaraan Pembinaan, Pengembangan dan Pemantauan Usaha Kawasan dan Sarana Wisata,
4. Pelaksanaan Urusan Ketatausahaan dan Kerumahtanggaan
A. ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL
Analisis lingkungan internal dilakukan melalui pencermatan lingkungan internal organisasi yang menghasilkan :
1. Kekuatan (Strength)
a. Adanya Perda No 4 Tahun 2008 tentang pembentukan Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI .
b. Mempunyai SDM dan SDA yang mendukung usaha pengembangan pariwisata
c. Memiliki seni budaya yang beraneka ragam.
d. Terdapat objek wisata yang layak dikembangkan
e. Mempunyai wisata alam yang tersebar di beberapa kecamatan.
f. Tersedianya fasilitas pendukung.
2. Kelemahan (Weakness)
a. Potensi SDA belum dimanfaatkan secara optimal
b. Data dan Informasi mengenai potensi objek wisata belum memadai.
c. Kualitas SDM belum memadai.
d. Terbatasnya anggaran yang tersedia.
e. Promosi keberadaan Objek dan Daya Tarik Wisata belum efektif.
f. Objek dan Daya Tarik Wisata belum tertata secara optimal.
Tabel Analisis Lingkungan Internal
|
Analisis Lingkungan Internal |
Bobot |
Rating |
Skor |
Prioritas |
|
Bobot x Rating |
||||
|
Kekuatan (Strength) |
|
|
|
|
|
1. Adanya Perda No 4 Tahun 2008 tentang pembentukan organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI |
0,13 |
2 |
0,26 |
1 |
|
2. Mempunyai SDM dan SDA yang mendukung usaha pengembangan pariwisata |
0,10 |
2 |
0,19 |
2 |
|
3. Memiliki seni budaya yang beraneka ragam |
0,10 |
1 |
0,10 |
4 |
|
4. Terdapat objek wisata yang layak dikembangkan |
0,06 |
1 |
0,06 |
5 |
|
5. Mempunyai wisata alam yang tersebar di beberapa kecamatan |
0,06 |
2 |
0,13 |
3 |
|
6. Tersedianya fasilitas pendukung |
0,06 |
1 |
0,06 |
6 |
|
Total Skor Kekuatan |
0,52 |
|
0,81 |
|
|
Kelemahan (Weakness) |
|
|
|
|
|
1. Potensi SDA belum dimanfaatkan secara optimal |
0,06 |
1 |
0,06 |
4 |
|
2. Data dan Informasi mengenai potensi objek wisata belum memadai |
0,06 |
1 |
0,06 |
5 |
|
3. Kualitas SDM belum memadai |
0,13 |
2 |
0,26 |
1 |
|
4. Terbatasnya anggaran yang tersedia |
0,10 |
2 |
0,19 |
2 |
|
5. Promosi keberadaan ODTW belum efektif |
0,06 |
2 |
0,13 |
3 |
|
6. ODTW belum tertata secara optimal |
0,06 |
1 |
0,06 |
6 |
|
Total Skor Kelemahan |
0,48 |
|
0,77 |
|
|
Selisih Skor Kekuatan dengan Skor Kelemahan |
|
|
0,03 |
|
B. ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL
Analisis lingkungan eksternal dilakukan melalui pencermatan lingkungan eksternal organisasi, yang menghasilkan :
1. Peluang (Opportunities)
a. Terbukanya Minat Investor untuk berusaha di bidang Pariwisata
b. Terbukanya akses jalan lintas timur
c. Pasar Pariwisata domestik dan internasional yang terbuka luas
d. Adanya dukungan masyarakat dan banyaknya event kegiatan / pameran
e. Adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.
2. Ancaman (Threats)
a. Kebijakan Politik Luar dan dalam negeri
b. Adanya kesamaan potensi kepariwisataan dengan daerah lain.
c. Masuknya budaya asing yang berkembang di masyarakat.
d. Kurangnya fasilitas keamanan di daerah tujuan Wisata.
|
Tabel 3.2 |
||||
|
Analisis Lingkungan Eksternal |
||||
|
|
|
|
|
|
|
Analisis Lingkungan Eksternal |
Bobot |
Rating |
Skor |
Prioritas |
|
Bobot x Rating |
||||
|
Peluang (Opportunities) |
|
|
|
|
|
1. Terbukanya Minat Investor untuk berusaha di bidang Pariwisata |
0,12 |
2 |
0,23 |
3 |
|
2. Terbukanya akses jalan lintas timur |
0,12 |
2 |
0,23 |
4 |
|
3. Pasar Pariwisata domestik dan internasional yang terbuka luas |
0,12 |
1 |
0,12 |
5 |
|
4. Adanya dukungan masyarakat dan banyaknya event kegiatan / pameran |
0,15 |
2 |
0,31 |
2 |
|
5. Adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat |
0,15 |
2 |
0,31 |
1 |
|
6. |
|
|
|
|
|
Total Skor Peluang |
0,65 |
|
1,19 |
|
|
Ancaman (Threats) |
|
|
|
|
|
1. Kebijakan Politik Luar dan dalam negeri |
0,08 |
2 |
0,15 |
2 |
|
2. Adanya kesamaan potensi kepariwisataan dengan daerah lain |
0,12 |
2 |
0,23 |
1 |
|
3. Masuknya budaya asing yang berkembang di masyarakat |
0,08 |
1 |
0,08 |
3 |
|
4. Kurangnya fasilitas keamanan di daerah tujuan Wisata |
0,08 |
1 |
0,08 |
4 |
|
Total Skor Ancaman |
0,35 |
|
0,54 |
|
|
Selisih Skor Peluang dengan Skor Ancaman |
|
|
0,65 |
|
Dari Asumsi dan informasi yang telah dikembangkan sebelumnya hasil analisis menghasilkan 4 kemungkinan strategi alternatif :
1. Strategi SO (Strength and Opportunities), yaitu strategi yang mengoptimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, ialah :
a. Daya gunakan Perda no 4 tahun 2008 untuk memanfaatkan dukungan masyarakat melalui event kegiatan / pameran seni budaya dan Pariwisata.
b. Daya gunakan Objek wisata alam yang tersebar di beberapa kecamatan untuk memanfaatkan akses jalan / infrastruktur yang ada.
c. Daya gunakan SDM dan SDA serta seni budaya untuk meningkatkan Pasar Pariwisata domestik dan Internasional.
d. Manfaatkan dukungan pemerintah Provinsi dan Pusat untuk mengembangkan Objek Wisata yang layak untuk dikembangkan.
e. Manfaatkan Seni budaya dan Objek wisata alam yang ada untuk menarik wisatawan.
2. Strategi WO (Weakness and Opportunities), yaitu strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang :
a. Kembangkan potensi SDA serta data dan Informasi mengenai Objek wisata untuk menarik Investor
b. Tingkatkan kualitas SDM dalam menunjang kegiatan pariwisata di Pasar Pariwisata Domestik dan Internasional.
c. Tingkatkan promosi keberadaan ODTW melalui dukungan masyarakat dengan melaksanakan event kegiatan / pameran
d. Tingkatkan Penataan ODTW secara optimal dan menambah anggaran melalui bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat.
3. Strategi ST (Strength and Threats), yaitu strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman :
a. Manfaatkan objek wisata alam yang tersebar di beberapa kecamatan untuk menciptakan potensi kepariwisataan yang inovatif dengan daerah lain.
b. Manfaatkan fasilitas pendukung untuk menjaga keamanan di daerah tujuan wisata.
c. Manfaatkan SDM yang ada untuk meminimalisir masuknya budaya asing yang berkembang di masyarakat.
4. Strategi WT (Weakness and Threats), yaitu strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman :
a. Tingkatkan Promosi dan penataan ODTW untuk meningkatkan daya saing wisata dengan daerah lain.
b. Tingkatkan kualitas SDM dalam upaya mengendalikan masuknya budaya asing yang berkembang di masyarakat
C. STRATEGI
Adapun Strategi yang diambil di dalam pengembangan Kepariwisataan dan Kebudayaan di Kabupaten Ogan Komering Ilir ialah sebagai berikut :
1. Strategi Pengembangan Produk Wisata meliputi :
a. Menata dan mengembangkan produk wisata secara teratur sesuai dengan pasar, wisatawan, terutama wisatawan nusantara yang berasal dari Palembang, Lampung dan daerah-daerah lainnya.
b. Mengoptimalkan produk wisata yang mempunyai selling point secara khusus menjadi objek dan daya tarik wisata primadona, untuk pasar wisatawan nusantara dan mancanegara terutama berasal dari negara-negara ASEAN, Jepang, Eropa dan yang lainnya.
c. Menata Event-event Pariwisata secara teratur untuk ditingkatkan menjadi event regional dan nasional.
d. Menata dan mengembangkan produk wisata yang berwawasan lingkungan.
2. Strategi Pemasaran dan Promosi meliputi :
a. Meningkatkan dan mengembangkan sistem informasi dan kualitas promosi yang efektif dan kemudahan.
b. Meningkatkan Citra dan Produk Wisata Kabupaten OKI agar mampu bersaing dengan daerah-daerah wisata lainnya yang sudah berkembang di Sumatera Selatan.
c. Meningkatkan peran serta biro perjalanan di Sumatera Selatan untuk menjual produk wisata daerah Kabupaten OKI.
3. Strategi Pengembangan Sarana dan Prasarana meliputi :
a. Mengusahakan terwujudnya akses jalur wisata Danau Teluk Gelam.
b. Meningkatkan akses antara daerah-daerah yang meliputi potensi wisatawan.
c. Menata sistem penunjuk jalan / rambu-rambu lalu lintas yang mempermudah para wisatawan untuk mencapai tujuan Objek dan Daya Tarik Wisata yang terdapat di Kabupaten OKI.
d. Perencanaan Kebutuhan prasarana pariwisata yang meliputi : jalan, jembatan, air bersih, listrik, telepon disesuaikan dengan arah perkembangan Objek dan Daya Tarik Wisata.
e. Pemenuhan kebutuhan prasarana pariwisata secara bertahap diusahakan pada objek-objek dan daya tarik wisata unggulan atau yang sudah berkembang seluruhnya menyebar ke setiap objek dan daya tarik wisata lainnya.
4. Strategi Pengembangan Kebudayaan meliputi :
a. Menata Event – event Seni Budaya secara teratur untuk ditingkatkan menjadi event regional dan nasional.
b. Meningkatkan dan mengembangkan serta melestarikan seni budaya yang hampir punah.
c. Mengoptimalkan seni budaya yang mempunyai selling point secara khusus untuk menunjang kegiatan kepariwisataan di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
5. Strategi Pengembangan SDM meliputi :
a. Meningkatkan kualitas SDM aparatur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melalui Pendidikan Formal dan Informal.
Mengikuti Study banding dalam pengembangan objek wisata ke luar daerah untuk meningkatkan dan mengembangkan kepariwisataan di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
D. KEBIJAKAN
Adapun kebijakan pengembangan Kebudayaan dan Kepariwisataan di Kabupaten Ogan Komering Ilir diarahkan untuk :
1. Memberi kesempatan kepada semua pihak (stakeholders) di dalam mengembangkan pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, selain daripada itu dengan keikutsertaan para stakeholders tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan dan mutu kehidupan masyarakat serta mendorong kelestarian sumber daya alam dan seni budaya yang dimiliki.
2. Meningkatkan keterpaduan perencanaan pengembangan wilayah yang mampu menjadi penggerak perekonomian lokal dan nasional secara berkesinambungan.
3. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya konservasi sumber daya alam.
4. Meningkatkan peran serta masyarakat di dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah sebagai bagian dari program pembangunan kebudayaan dan kepariwisataan.
Meningkatkan kualitas Sumber daya Manusia sebagai modal dasar dalam menunjang kinerja organisasi.


