Saturday, 15 December 2018
Optimasi Lahan Lebak di Desa Terusan Laut Kecamatan SP Padang

Optimasi Lahan Lebak di Desa Terusan Laut Kecamatan SP Padang

Pembangunan ferocement di beberapa Kecamatan sentra produksi padi dan kegiatan Optimasi lahan lebak di Desa Terusan Laut Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir yang dananya bersumber dari APBN Kementerian Pertanian tahun 2016, terkena pemangkasan hampir 36 milyar rupiah lebih ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKI Syarifuddin, SP, M.Si , Jumat (4/11/16).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKI Syarifuddin, SP, M.Si  menyampaikan kebijakan ini diambil pada pertemuan ditingkat kementerian tanggal 2 Nopember 2016 di Bogor Jawa barat, dari beberapa gapoktan  yang mendapat dana bantuan pemerintah untuk pembangunan ferocemen sebagian besar baru tersalurkan 70% dan sisa 30% masih belum dicairkan dari KPPN Palembang. Dana 30% ini tidak dapat dicairkan pada tahun ini.

Syarifuddin, SP, M.Si menjelaskan pembangunan ferocemen yg belum rampung akan dilanjutkan pada 2017 yang akan datang. Untuk optimasi lahan lebak di Desa Terusan Laut dana telah tersalurkan ke rekening gapoktan sebesar 70% dan sampai saat ini belum digunakan oleh kelompok juga terkena kebijakan ini.

Kelompok tani diminta menyetorkan dana ini ke rekening kas negara dalam waktu singkat. “Untuk kelanjutan program ini kita akan melakukan kajian lagi mengingat ketersediaan dana dan keseriusan para petani pemilik lahan di Desa Terusan Laut untuk melaksanakannya”, jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKI.

Syarifuddin, SP, M.Si menambahkan pembangunan insfrastruktur pertanian di lahan pangan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan dari IP 100 menjadi IP 200 dilaksanakan secara swakelola kelompok tani mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan penggunaan atau penerima manfaat adalah petani itu sendiri. Dengan bimbingan dan pengawalan petugas pertanian, PU Pengairan dan para Babinsa serta semua elemen masyarakat dapat ikut mengawasi dan memberikan bimbingan.

Untuk mencapai target produksi pangan serta mendukung kedaulatan pangan di tahun 2017, Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Pertanian akan  melaksanakan kegiatan secara selektif dengan skala prioritas pada kelompok tani yang benar benar siap untuk melaksanakan baik itu kegiatan perluasan sawah baru atau cetak sawah, pengembangan kawasan kedele pada lahan jenuh air serta pengembangan jagung untuk pakan ternak. Mengingat Kabupaten OKI berbatas dengan propinsi Lampung yang mempunyai industri pakan ternak.

Untuk padi Kabupaten OKI tahun 2017 mendapat target luas tanam hampir 200 ribu hektar ada penambahan lebih dr 10 ribu hektar dari realisasi tanam 2016, “tentu untuk mencapai target ini perlu dukungan semua pihak mulai dari perangkat desa, kecamatan, organisasi petani, karang taruna, media massa, LSM pemerhati pertanian dan lingkungan,  TNI AD serta  para pengusaha baik yang bergerak di sektor hulu maupun sektor hilir, termasuk bengkel bengkek alsintan”, jelas Syarifuddin, SP, M.Si.

 

Syarifuddin, SP, M.Si berharap tetap mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pertanian untuk terus mengembangkan insfrastruktur pertanian pada sentra produksi termasuk juga komoditi hortikuktura yang dapat mempengaruhi inflasi. “Pendekatan ke pusat oleh Bapak Bupati terus dilakukan baik langsung ke Menteri Pertanian maupun melalui para wakil rakyat yang ada di senayan”, tutup Syarifuddin, SP, M.Si.