Tuesday, 22 October 2019
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 387747

KPK melanjutkan safari di Sumatera Selatan (Sumsel). KPK kali ini mendatangi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk membahas program pemberantasan korupsi terintegrasi.

"KPK akan menyampaikan evaluasi terhadap data-data pencapaian 8 program intervensi sistem pencegahan korupsi terintegrasi pada Kabupaten Ogan Komering Ilir, termasuk tingkat kepatuhan pelaporan LHKPN dan gratifikasi serta data-data penanganan perkara, khususnya yang melibatkan kepala daerah," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (21/3/2019).

Kegiatan tersebut bakal digelar di kantor Bupati OKI dan diikuti kepala daerah serta pejabat di lingkungan pemerintah OKI.

Febri mengatakan ada sejumlah catatan perbaikan yang harus dilakukan Pemkab OKI, dari pengelolaan SDM, transparansi rekrutmen, rotasi dan mutasi jabatan, hingga penguatan pengawas internal.



Selain evaluasi 2018, Febri mengatakan, KPK menyosialisasi program pada 2019 terkait penerimaan daerah, manajemen aset daerah, pendidikan, sumber daya alam, pengelolaan BUMD, serta survei penilaian integritas.

Dia mengatakan KPK berharap kepala daerah berkomitmen memperbaiki tata kelola untuk memperkecil potensi korupsi.

Setelah menggelar pertemuan dengan jajaran Pemkab OKI, KPK juga menggelar rakor dengan pimpinan dan anggota DPRD OKI. Kegiatan itu ditujukan untuk mengingatkan para anggota DPRD menghindari modus korupsi selama ini.

"KPK mendatangi langsung daerah-daerah di Sumatera Selatan sebagai bentuk perhatian KPK pada masyarakat Sumatera Selatan agar melalui upaya pencegahan korupsi dan meningkatkan kepatuhan para pejabat di Sumatera Selatan," jelas Febri.

 

Sumber: news.detik.com