Saturday, 15 December 2018
kaboki

kaboki

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir meraih penghargaan Anugerah Predikat Kepatuhan Tinggi tahun 2018 dari Ombudsman RI.

Penganugerahan itu sebuah prestasi karena sebelumnya Kabupaten OKI masuk zona kuning pada 2017, dan kini masuk dalam zona hijau dengan nilai yang cukup tinggi 90,71, dari rentang  89 sampai 110.

Anggota Ombudsman RI, Dendi Ramadhona mengatakan Sejak Tahun 2013, Ombudsman menjalankan fungsi pencegahan Maladministrasi dengan melaksanakan penilaian dan pemeriksaan tingkat kepatuhan di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Hal ini dilakukan agar penyelenggara negara memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” Ungkapnya pada Acara Penganugerahan Pelayanan Publik 2018 di Aula TVRI Jakarta, Senin, (10/12).

Dendy mengatakan, survei kepatuhan terhadap UU Nomor 25 Tahun 2009 ini merupakan acuan utama bagi instansi penyedia layanan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Hasil penilaian tambahnya diklasifikasikan dengan menggunakan traffic light system (zona merah, zona kuning dan zona hijau).

Pada tahun ini sebanyak 97 pemerintah kabupaten/kota di Indonesia yang masuk zona hijau pelayanan publik. Untuk Provinsi Sumsel, hanya kabupaten OKI yang memperoleh predikat kepatuhan tinggi dan masuk zona hijau.

Sekretaris Daerah OKI, H. Husin, S. Pd MM mengungkapkan Indikator yang membuat Pemkab OKI masuk zona hijau setelah 1 tahun sebelumnya selalu berada di zona merah karena telah memenuhi kriteria dasar standar pelayanan publik sesuai UU 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik antara lain maklumat pelayanan, ruang tunggu yang nyaman dan layak, fasilitas khusus bagi kaum difabel, adanya informasi pelayanan publik, adanya ruang menyusui, ruang pengaduan dan adanya petugas khusus pelayanan yang profesional, adanya indikator kepuasan masyarakat terhadap pelayanan dan adanya Standar Operasional Prosedur yang dipatuhi.

“Alhamdulillah  OKI mendapat Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman RI dari segi pelayanan publik. Bapak bupati bersama jajaran terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan publik di OKI,” ungkap Husin usai menerima penghargaan.

 

Sumber: http://beritamusi.co.id/2018/12/10/oki-raih-predikat-kepatuhan-tinggi-dalam-pelayanan-publik/

Berikut disampaikan pengumuman jadwal pelaksanaan SKB CPNS OKI tahun 2018. File berekstensi pdf dapat diunduh pada tautan dibawah ini:

1. Pengumuman SKB OKI 2018

2. Lampiran II

3. Lampiran I

Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengembangkan sistem peringatan dini kebakaran hutan kebun dan lahan berbasis multi tasking bernama Sistem Pemeringkatan Bahaya Kebakaran (SPBK) atau Fire Danger Rating System (FDRS).

Ir. Yudhi Antasena, M. Sc. Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkapkan SPBK atau FDRS ini saat ini sudah diterapkan di Indonesia, namun masih bertumpu pada data cuaca, sehingga tidak seluruh parameternya menjadi sesuai dengan wilayah Indonesia.

“Sistem yang dibangun selama ini bersifat membaca cuaca dan kemungkinan-kemungkinannya. Di SPBK selain komponen cuaca, ada komponen lain yang sangat berkaitan dengan kebakaran, yaitu komponen Aktivitas Manusia dimana banyak kebakaran terjadi karena aktivitas manusia” Ungkap Yudhi di kantor Bupati OKI, Rabu, (5/12).

Komponen lain yang jadi parameter menurut Yudhi, yaitu bahan bakaran berupa sebaran dan ketebalan gambut. Juga distribusi air gambut dan sumber air untuk mengatasi kekeringan gambut.
Dan yang terakhir tambah Yudhi, parameter kerugian yang diderita dalam rupiah akibat kebakaran lahan gambut.

“Disini dihitung nilai kerugian sekaligus nilai potensi kerugian jika terjadi kebakaran pada penggunaan lahan tertentu” jelasnya.
Untuk mendapatkan berbagai data tersebut menurut Yudhi Aplikasi FDRS dikaji bersama dengan institusi terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Data yang diperoleh menurut Yudhi akan ditampilkan secara realtime melalui aplikasi FDRS yang sedang dalam tahap pengembangan ke versi andoid
Kepala BPBD Kabupaten OKI, Listiadi Martin menambahkan pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan penting untuk mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan.

“Saya rasa ini sangat penting dari level kebijakan, ketika pemerintah bisa membuat kebijakan yang sangat responsif terhadap kebakaran hutan dan lahan,” kata Listiadi.
Sistem FDRS menurut Listiadi akan digunakan oleh pemkab OKI untuk membantu mengantisipasi dan mencegah kebakaran lahan dan hutan melengkapi sistem informasi peringatan dini yang sudah ada seperti SiPongi.

 

Sumber: http://kayuagungradio.com/pemkab-oki-dan-bppt-kembangkan-sistem-siaga-dini-karhutbunlah-melalui-sistem-android/

Program membangun Desa Mart adalah salah satu program yang getol digenjot Camat Kota Kayuagung, Dedy Kurniawan, SSPT. Program ini bakal menghubungkan berbagai produk unggulan desa-desa ke jaringan pasar besar baik nasional maupun internasional, ungkap Dedy Kurniawan saat pembukaan DesaMart cabang Tanjun Serang di Desa Tanjung Serang, Selasa (27/11/18).

Pembukaan Desa Mart ini dihadiri oleh Bupati OKI, H. Iskandar, SE, SKPD, Tripika Kayuagung, Basnas OKI, Lurah dan Kades SE Kecamatan Kayuagung, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan masyarakat desa Tanjung Serang.

Dedy Kurniawan juga mengucapakan terimakasih kepada Kades Tanjung Serang,  atas terlaksananya pendirian Desa mart, serta kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten OKI yang telah mensuport Desa Mart.

Sementara itu Bupati OKI, H.Iskandar, SE menyampaikan  sangat mengaspirasi dengan berdirinya Desa Mart ini yang sangat membantu masyarakat di pedesaan. Program Desa Mart ini mendorong desa mengalami lompatan ekonomi. Membangun jaringan desa mart adalah salahsatunya.

Iskandar, SE juga menyampaikan bahwa program program yang menyasar kesejehtaraan masyarakat akan lebih didorong lagi, sehingga desa desa menjadi mandiri. Dengan kemandirian program Mandiri dan Sejahtera akan berjalan.

Bupati Ogan Komering ilir, H. Iskandar, SE mengapresiasi program jaksa sahabat desa yang dicanangkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ilir, Sumsel.

“Semangat kita semua sama yaitu memajukan desa, untuk itu saya mengapresiasi program bapak kajari” Ungkap Iskandar pada acara Sosialisai TP4D di Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI, Senin, (26/11).

Iskandar tandai untuk seluruh kepala desa di OKI agar mengelola dana desa secara transparan dan terbuka.

“Dana desa itu harus dikelola dengan transparan, terbuka. Kalau ada kepala desa yang tidak tau, lebih baik bertanya,” tuturnya.

Kepada para kepala desa, ia juga berpesan untuk berhati-hati menggunakan dana desa.

“Jadi berhati-hatilah menggunakan dana desa libatkan masyarakat dalam perencanaan hingga pelaksanaannya,” tegasnya.

Program jaksa fikerja adalah kejaksaan negeri OKI Untuk mengawal dan mengamankan dana Dana Desa Dikabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) agar terlaksana dengan baik melalui penerangan hukum dan sosialisasi Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D), untuk seluruh kepala desa (kades) sekabupaten OKI.

Kegiatan ini dilakukan secara marathon mulai senin – jumat, (12-16) Nopember 2018, dengan dipusatkan di berbagai kecamatan di Kabupaten Ogan komering Ilir.

Kajari OKI Ari Bintang Prakoso Sejati mengatakan, tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada para kepala desa dalam mengelola dan menggunakan dana desa  sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita berharap seluruh pihak didesa untuk bersama-sama membangun, baik SDM maupun sumber daya lain yang dapat dilakukan untuk kemajuan desa,  terkait pendidikan, kesehatan, dan bumdes, dalam kegiatan ini kita juga melibatkan bpjs, bank bri, bank mandiri dan inspektorat kab oki.” katanya, Senin (26/11).

Ditambahkannya, melalui sosialisasi ini menjadi sarana informasi bagi para kepala desa bila ada kendala atau yang tidak dimengerti mengenai peraturan yang ada dapat ditanyakan ke tim TP4D.

“Agar para kades tidak ragu-ragu utk mencari dana desa (dd) dan alokasi dana desa (tambah), jika ditemukan dasar, kejaksaan siap untuk bersama-sama memberikan solusi bagi desa, dengan dini dini menghadirkan upaya preventif agar potensi-potenai desa dapat mengembangkan bagi seluruh masyarakat.

 

Sumber: http://kayuagungradio.com/bupati-oki-apresiasi-program-jaksa-sahabat-desa/

Desa Tugu Mulyo Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir bakal mewakili Provinsi Sumsel dalam nominasi 33 desa terbaik di Indonesia berdasarkan pengukuran dalam nilai Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2018.

Keputusan ini Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi sudah memberitahukan secara tertulis sesuai nomor surat : 1143/Hm.07/XI/2018 tanggal 9 November 2018 tentang pemberitahuan 33 daerah yang berhak menerima penghargaan desa terbaik dari Kementerian Desa, PDT

“Alhamduillah dari 33 desa yang masuk kategori terbaik di Indonesia, Desa Tugu Mulyo ada diurutan ke delapan belas ,” kata H. Irfandi , Kepala Desa Tugu Mulyo

Menurutnya, transparansi dan musyawarah mufakat menjadi kunci dirinya mampu menoreh prestasi ditingkat nasional.

“Intinya dalam membangun desa kami utamakan keterbukaan dan melibatkan masyarakat apalagi dalam hal penggunaan dana desa harus transparan dan partisipatif” tungkasnya.

Penghargaan yang diraih, menurut H. Irfandi bukan hanya berkat kerja keras dari jajaran staf Desa Tugu Mulyo. Namun dari seluruh lapisan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah.

“Yang dinilai sangat banyak, kami  tak menyangka. Jika Tugu Mulyo dapat penghargaan desa terbaik,” ujarnya.

Berdasarkan surat Kemen Desa PDT penghargaan akan diserahkan pada 29 November mendatang di Jakarta.

Desa Tugu Mulyo  merupakan salah satu desa berkembang di Ogan Komering Ilir, desa ini mampu melakukan pembangunan yang merata. Dana desa dari pemerintah pusat, dimanfaatkan dengan baik.

Kepala Dinas PMD Kabupaten OKI, Hj. Nursula, S. Sos mengungkapkan penghargaan kepada desa tugu mulyo jadi motivasi bagi desa lain di OKI untuk memanfaatkan dana desa dengan baik.

“Semoga desa lain bisa ikut mendapatkan prestasi. Karena sebuah prestasi yang diraih akan membangakan bagi desa itu sendiri” Ungkapnya.

Bupati Ogan Komering Ilir mencanangkan program bebas buta aksara Al Qur’an sejak tahun 2016. Upaya ini mendapat apresiasi langsung dari Ustadz kondang Abdul Somad (UAS) saat saat safari dakwahnya di Kabupaten OKI. Rabu, (21/11) malam.

Program Baca Tulis Al qur’an tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pendidikan Baca Tulis Al-qur’an (BTQ).

Perda ini sudah diberlakukan untuk anak-anak yang akan masuk sekolah, baik itu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Bapak Bupati memperhatikan Pendidikan Al qur’an bagi anak-anak. Memang sejatinya seperti itu setiap pemimpin dengan kepimpinanannya menghidupkan syiar-syiar Islam menghidupkan Al qur’an serta mengajarkannya kepada anak-anak” Ungkap UAS disela-sela ceramahnya pada tablihg akbar memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW di Masjid Agung Sholihin Kayuagung.

Dalam ceramahnya UAS menjelaskan tentang pentingnya sholat berjama’ah bagi umat muslim

“Seandainya muslim tau manfaat sholat berjama’ah tentu mereka akan mendatangi masjid walau dengan merangkat” ungkapnya.

UAS juga menyampaikan pesan-pesan kedamaian, saling menjaga dan saling menguatkan persatuan serta mencintai NKRI.

Safari Dakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Ogan Komering Ilir, disambut meriah ribuan umat Muslimin. Kunjungan Ustaz Abdul Somad diawali dari Desa Sungai Belida Kecamatan Lempuing Jaya.\

Di Sungai Belida, UAS langsung diterima oleh Gubernur Sumsel, Bupati OKI dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Sore hari UAS dan rombongan berdakwah di Tanjung Batu, Ogan Ilir lalu setelah Isya melakukan tabligh akbar di Masjid Agung Sholihin Kayuagung.

“Kami menyambut dengan rasa syukur dan bahagia atas kedatangan beliau (Ustaz Abdul Somad), karena masyarakat Ogan Komering Ilir, memang membutuhkan kajian keIslaman yang baik seperti yang sering didakw ahkan beliau di media,” ujar Bupati OKI, H. Iskandar.

Ketua Masjid Agung Sholihin Kayuagung yang juga asisten I Setda OKI mengucapkan syukurnya atas kedatangan dai kondang ini.

“Kalau menurut Jadwal kita harus menunggu hingga 2019 namun Alhamdulilah beliau bisa hadir ditengah-tengah kita tepat waktu dan bejalan dengan baik” ungkap Anton.

 

Sumber: http://kayuagungradio.com/peduli-pendidikan-al-quran-uas-apresiasi-bupati-oki/

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Palembang menyerahkan piagam penghargaan pemerintah RI kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI atas opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) laporan keuangan tahun 2017.

Penghargaan ini sudah diberikan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2018 beberapa waktu lalu.

Penyerahan piagam di berikan oleh kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Palembang  diwakili Ketua tim Mirazwan kepada Sekretaris Daerah OKI, H. Husin, S. Pd, MM di ruang sekda OKI, Rabu, (31/10).

Menurut Sekda Husin capaian WTP yang diraih pemda OKI 7 kali berturut-turut bukanlah tujuan akhir. Yang terpenting anggaran yang digunakan tersebut bermanfaat untuk masyarakat.

“WTP itu penilaian. Bukan berarti akhir dari proses transparansi dan tata kelola keuangan yang baik. Tujuan utama dan terpenting adalah dampak pembangunan yang dirasakan langsung masyarakat” tungkasnya.

Sekda juga mengingatkan ASN untuk senantiasa memperbaharui pengetahuan tentang peraturan tetang tata kelola keuangan daerah.

“Aturan terus berubah. Kita juga harus cepat adaptasi menyesuaikan dengan ketentuan terbaru agar tidak ada kesalahan dalam tata kelola keuangan” ungkap dia.

Husin juga berharap kepada KPPN Palembang untuk mau berbagi informasi terkait pengelolaan anggaran khususnya anggaran yang dikucurkan melalui KPPN Palembang baik Dana Alokasi Khusus (DAK), Tugas Pembantuan (TP) maupun Dana Desa (DD).

Kepala KPPN Palembang melalui Mizarwan mengucapkan selamat atas raihan Opini WTP ketujuh kali. Menurut Mirazwan dengan diraihnya WTP daerah memang tidak menjamin adanya penyimpangan namun daerah yang mendapatkan WTP menurut dia berarti keuangan daerah itu sudah baik dan pertanggungjawabannya sudah sesuai dengan peraturan yang ada.

“Kita ucapkan selamat kepada OKI karena telah meraih WTP yang ke-tujuh kali ini. Lalu penyerapan anggaran pusat yang disalurkan melalui KPPN seperti dana desa harus terealisasi dengan baik,” ujarnya.

Selain itu dirinya menyampaikan, pihaknya siap melakukan koordinasi supaya pemerintah daerah untuk mendapatkan WTP.

“Kita selalu siap untuk mendampingi pemerintah daerah untuk berkoordinasi dalam pengelolaan administrasi keuangan agar mendapat WTP lagi.  dan memperoleh hasil baik,” harapnya.

 

sumber: http://kayuagungradio.com/kppn-palembang-serahkan-piagam-wtp-ke-pemkab-oki/

 

 

Melalui metode perhitungan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan luas baku lahan pertanian di Indonesia termasuk di Ogan Komering Ilir.

Mengacu pada metode tersebut, luas lahan pertanian di Ogan Komering Ilir, Sumsel berkurang menjadi 53, 835 Ha saja  atau terjadi alih fungsi lahan pertanian seluas 58.641 ha atau mencapai 52,14 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Terkait hal tersebut, selaku daerah cadangan beras nasional Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE turut angkat bicara.

Menurut ketua APKASI Regional Sumatera ini terkait dirilisnya data tersebut pihaknya akan semakin fokus untuk dalam upaya peningkatan produksi padi di Ogan Komering Ilir.

“Kita mendukung metode terbaru yang diluncurkan oleh BPS selaku satu-satunya lembaga yang diakui undang-undang sebagai referensi acuan data nasional. Hasil tersebut kita jadikan pemicu untuk lebih giat lagi dalam memperluas dan meningkatkan produksi beras” ungkap Bupati OKI, H. Iskandar, SE, Selasa, (30/10).

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI, Syarifudin, SP, M. Si mengungkapkan mengacu perhitungan BPS pada tahun 2013 luas lahan pertanian di Ogan Komering Ilir (OKI) mencapai 112.476 ha lalu berdasarkan penghitungan terbaru melalui metode KSA tersisa 53,835 ha.

Dicontohkan Syarifudin berdasarkan penghitungan terbaru tersebut di Kecamatan Lempuing Jaya luas lahan pertanian hanya menyisakan 3 ha saja sementara dilapagan mencapai 11,412 Ha bahkan menurut dia terjadi pengembalian lahan sawah dari tanaman karet di Kecamatan tersebut mencapai 101,2 ha yang akan mulai tanam periode Oktober-Maret (Okmar).

“Artinya ada perbedan angka signifikan yang mungkin karena perebedaan metode ukur dari metode lama (eye estimate) ke metode baru kerangka sampel area (KSA). Dilapangan kita fokus meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani saja” tungkasnya. Sembari menambahkan bahwa harga pangan di pasaran termasuk beras relatif stabil. Tidak ada gejolak.

 

Sumber:http://kayuagungradio.com/data-lahan-pertanian-menurun-bupati-oki-kita-fokus-capai-swasembada-pangan/

Kabupaten Ogan Komering Ilir  masuk nominasi daerah penerima penghargaan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2018. Penghargaan ini didedikasikan kepada pemerintah daerah yang mendukung program prioritas nasional jalan tol.

Ir. Syarkawi, M. Si staf ahli Menteri PU PR sekaligus ketua tim ferivikasi penilaian mengungkapkan penghargaan ini diberikan kepada daerah yang memberikan dukungan penuh terhadap proyek strategis nasional melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

“Sejauh ini dukungan yang diberikan Pemkab OKI terhadap pelaksanaan program strategis nasional sangat optimal. Makanya kami datang kesini untuk melakukan penilaian dan verifikasi langsung ke lapangan” Ungkap Syarkowi.

Syarkawi mengungkapkan penilaian yang dilakukan timnya konsen pada upaya Pemerintah daerah dalam mendorong percepatan progres proyek strategis nasional seperti fasilitasi pembebasan lahan, konsultasi publik, pengadaan tanah, hingga penyelesaian sengketa.

“Kami konsen kepada penilaian kinerja pemda terhadap keberlangsungan proyek strategis nasional adakah hambatan-hambatan dan sejauh mana peran pemdanya” tungkasnya.

Kabupaten Ogan Komering Ilir dilalui dua ruas tol yang merupakan program strategis nasional antara lain Tol Kayuagung Pematang Panggang sepanjang 77 km dan Tol Kayugung-Palembang Betung sepanjang 34,80 km.

Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, H. Husin, S. Pd, MM mengungkapkan Pemkab OKI sangat mendukung program nasional yang melintasi kabupaten OKI diantaranya melalui fasilitasi dan dukungan kebijakan.

“Setelah mendapat pelimpahan wewenang dari Gubernur kami bentuk panitia lokal yang membantu percepatan proyek nasional baik dari segi persiapan hingga pembebasan lahan tentunya dengan mekanisme dan aturan yang berlaku” Ungkap Husin.

Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten OKI, Pratama Suryadi, SP mengungkapkan perolehan lahan untuk kebutuhan jalan tol sampai dengan Oktober 2018 untuk Trase Tol Pematang Panggang- Kayuagung trase I sudah 100 persen, trase II diangka 99 persen dan Kayuagung-Jakabaring sebanyak 99 persen.

“Sejauh ini kita sudah bantu pembebasan lahan untuk kebutuhan jalan tol diangka 100 persen. Tinggal beberapa meter lagi yang sedang berproses yaitu pada trase II tol Pematang Panggang-Kayuagung dan Tol Kayuagung-Jakabaring” Ungkap Pratama.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Tata Ruang Kabupaten OKI, Ir. Hafidz, MM mengungkapkan selain dukungan terhadap pelaksanaan proyek tol Pemkab OKI juga meminta kepada pihak kementerian PU PR dan pelaksana jalan tol untuk memperhatikan dampak pembangunan jalan tol seperti kerusakan jalan kabupaten, pembuatan over pass maupun underpass serta saluran irigasi untuk pertanian.

“Harus juga dipikirkan setelah proyek ini selesai terkait dampak pembangunan. Baik itu jalan-jalan yang dilalui alat berat, alur lalu Lalang warga sekitar jalan tol serta dampak tol terhadap pertanian. Ini kita tuangkan dalam kesepakatan kerjasama” ungkap Hafidz.

 

Sumber: http://kayuagungradio.com/dukung-program-strategis-nasional-oki-masuk-nominasi-penghargaan-pu-pr/

Page 1 of 31