Saturday, 15 December 2018
kaboki

kaboki

Kembali Komando Distrik Militer (Kodim) 0402 OKI/OI bersama Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melaksanakan tanam serentak lahan cetak sawah, guna meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus untuk menujang Program Ketahanan Pangan Nasional. Di Desa Sidomulyo (400 hektar), Desa Dewa Sibur (700 hektar) dan Desa Gajah Mati (510 hektar) Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI, Selasa (20/9/2016).

Penanaman serentak tadi, dihadiri Kasdim 0402/OKI Mayor Inf David Suardi, Kabin Pertanian Sahrul, Mayor Czi Darmadi, Danramil 402-13 Sungai.Menang, Pasi Ter Kodim 0402 OKI/OI, Kades Sidomulyo, Kades Sai.Tepok, Ketua Gapotan, dan Kelompok Tani serta di hadiri masyarakat Desa Sido Mulyo.

Dalam sambutannya Kasdim 0402/OKI Mayor Inf David Suardi menyampaikan setelah di buka gerakan tanam serempak tahun 2016, para kelompok tani menanam padi secara serempak ,biar nanti bisa di panen serempak di bulan- bulan berikutnya, dan bisa sama sama menanam bersama kembali.

Pada penanaman serentak ini juga Kabin Pertanian OKI Sahrul, menyerahan secara simbolis bantuan berupa bibit padi kepada Kelompok Tani untuk di tanam serempak bersama.

Tanam Serentak kemudian dilanjutkan ke Desa Sungai Tepuk, gerakan tanam serempak di Desa Sungai Tepuk seluas 245 hektar dan di hadiri oleh masyarakat dan di.hadiri Letkol Czi Susanto Br, Kasdim 0402/OKI, Kabin Pertanian Sahrul, Pasi Ter Kodim 0402 /OKI, Danramil.402-13 /Sungai Menang, Kapolsek Sungai Menang, Kades Sungai Tepuk, Ketua Gapotan, Ketua PPL Sungai Tepok.

Tanam Serentak kemudian dilanjutkan ke Desa Sungai Tepuk  diserahkan bantuan berupa bibit padi oleh Kasdim 0402/OKI Mayor Inf David Suardi kepada kelompok untuk tanam serempak bersama.

 

Sumber: Kayuagungradio

Tuesday, 20 September 2016 12:37

Kabupaten OKI Kembali Terima Penghargaan WTP

Kembali Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Pengelolaan Keuangan Daerah dan merupakan satu-satunya Kabupaten di Sumsel yang menerima Penghargaan WTP di Kementrian Keuangan.
 
Ini adalah kali keenam Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menerima penghargaan itu. Selasa (20/9/2016).
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penghargaan kepada Peraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut.
 
Mereka yang mendapat penghargaan sebanyak 37 entitas pelaporan yang meliputi 22 kementerian/lembaga, 3 pemerintah provinsi, 8 pemerintah kabupaten dan 4 pemerintah kota.
 
Dari Sumatera Selatan, Ogan Komering Ilir satu- satunya kabupaten yang mendapat penghargaan dari Presiden. Kabupaten OKI dinilai mampu menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keuangannya tanpa Dengan Paragraf Penjelasan (WTP-DPP) atau WTP murni.
 
Bupati OKI, H. Iskandar, SE diwakili sekretaris daerah Husin, S. Pd, MM saat menerima penghargaan mengatakan Opini WTP di Jakarta, Selasa (20/9) mengatakan penghargaan WTP merupakan pemicu semangat pemerintah daerah untuk menyelenggarakan pemerintahan dan memberi layanan kemasyarakatan.
 
“Kita bersyukur. Penghargaan ini buah dari komitmen semua pihak antara lain DPRD, FKPD dengan bimbingan penuh dari BPK RI Perwakilan Sumsel, Saya ucapkan juga terima kasih kepada pemerintah Provinsi Sumsel karena OKI satu-satunya Kabupaten yang memperoleh predikat ini di Sumatera Selatan” ujar Husin.
 
Dengan perhargaaan itu, Husin mengatakan Pemerintah daerah tidak ingin berpuas diri karena hasil yang diinginkan, kata dia adalah mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur dan penuntasan kemiskinan. “Jadi kita masih perlu untuk terus bekerja keras,” tutupnya.
 
Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2016 ini presiden Jokowi berpesan agar Pemerintah jangan hanya berhenti pada upaya mengejar predikat opini WTP semata.
 
Ia menjelaskan opini WTP bukan merupakan jaminan bahwa tidak akan ada praktik penyalahgunaan keuangan negara.
 
“Justru dengan predikat WTP, kita harus bekerja keras lagi untuk membangun budaya pengelolaan keuangan yang transparan dan lebih akuntabel,” katanya.
 
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan Pemberian penghargaan pada pemerintah yang lima tahun berturut-turut mendapat WTP ini, untuk memberi semangat pada pemerintah yang belum mendapat WTP. Dia juga berharap agar yang sudah mendapat WTP jangan sampai merosot ke wajar dengan pengecualian (WDP).
 
“Ini setiap tahun dijaga, bukannya setelah WTP kemudian kita relaks dan kemudian menjadi statusnya menurun,” kata Sri.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Ogan Komering Ilir, melaksanakan Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Di Kecamatan Kayuagung. Sosialisasi kebijakan kependudukan di kecamatan Kayuagung dengan peserta sosialisasi adalah para kades/lurah se-Kecamatan Kayuagung.
 
Ada beberapa hal mendasar yang perlu disosialisasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, antara lain : masa berlaku KTP-el seumur hidup yang sebelumnya 5 tahun, sepanjang tidak ada perubahan elemen data pada KTP-el, penertiban akta kelahiran yang pelapornya melebihi batas waktu satu tahun tidak lagi memerlukan keputusan Pengadilan Negeri cukup dengan keputusan kepala dinas, untuk pencatatan kelahiran dilaksanakan di Instansi pelaksana tempat domisili, satu-satunya data kependudukan yang digunakan untuk semua keperluan adalah data kependudukan kementerian dalam negeri dan pengurusan semua dokumen kependudukan tidak dipungut biaya atau gratis dengan catatan di urus sendiri oleh yang bersangkutan.
 
Selain penjelasan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013 tentang tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, materi yang disosialisasikan juga mengenai tata cara dan persyaratan pengurusan dokumen bidang kependudukan dan pencatatan sipil.
 
Kepala Disduk Capil Kabupaten OKI Kholid Hamdan mengatakan “Adapun pembahasan sosialisasi ini yang menyangkut permasalahan umum seperti proses pelayanan masyarkat yang memerlukan dokumen-dokumen kependudukan, baik yang menyangkut pendaftaran penduduk, maupun yang menyangkut pencatatan sipil.”
 
Kholid Hamdan mengharapkan “Dengan adanya sosialisasi ini, paling tidak perangkat desa/lurah yang ada di kecamatan Kota Kayuagung ini mengetahui prosedurnya seperti apa, pesyaratan dan pelayanan masyarakat seperti apa, bahwa ada sanksi-sanksi jika yang mereka lakukan itu melanggar aturan. Dan mudah-mudahan kedepan untuk pendataan dokumen yang ada di kecamatan kayuagung khususnya dan kabupaten OKI pada umumnya.”
 
Sementara itu Camat Kota Kayuagung Dedy Kurniawan SSTP juga menyampaikan “Dengan adanya sosialisasi ini, mudah-mudahan baik kelurahan/desa beserta perangkat bisa memahami dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan prosedur yang telah ditetapkan, sehingga membuat masyarakat merasakan pelayanan yang baik.”
 
 
Sumber: Kayuagungradio

Untuk pemantapan pemahaman mengenai manajemen keprotokolan dan master of ceremony, Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan menggelar pelatihan Keprotokolan dan Master of Ceremony (MC) dengan tema Bersama Cerdas Training Center, Selasa (20/9/2016).

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda OKI, Hendra Anggara mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang ke protokolan. ” Kita berharap dengan adanya pelatihan ini para peserta yang terdiri dari dinas instansi mampu memahami tugas keprotokolan,” jelasnya seraya mengatakan, pelatihan ini mengundang pemateri dari Cerdas Training Center jakarta, Dr Nuri Nur Haidah, MA.

 

Sementara Wakil Bupati OKI, M Rifa’i SE yang membuka langsung kegiatan tersebut mengatakan, keprotokolan harus menjadi perhatian penting bagi kelembagaan pemerintahan. “Saya menyambut baik kegiatan ini dgn adanya pelatihan ini dapat mengeluarkan output yang profesional,”katanya.

M Rifa’i SE juga berharap, melalui pelatihan ini para aparatur pemerintahan mampu mengatur keprotokolan di instansinya masing-masing sehingga setiap acara akan berlangsung sukses.

 

Sumber: kayuagungradio

Saturday, 17 September 2016 13:25

Guru Honorer Di OKI Mendapatkan Insentif

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Pendidikan (Disdik), menggelontorkan dana insentif bagi ribu guru honorer di wilayah Bumi Bende Seguguk, dimulai dari guru Paud hingga ke guru SMP.
 
Kadin Pendidikan H Zulkarnain SPd MSi melalui Sekretaris Disdik Kabupaten OKI H Husni menuturkan, pihaknya telah mencairkan dana bantuan bagi guru-guru honorer dari tingkat Paud sampai SMP. “Untuk guru TK dan Paud sebesar Rp 150 ribu per orang, sedangkan untuk SD dan SMP sebesar Rp 100 ribu per orang,” kata Husni, Kamis (15/9) di Kayuagung.
 
Lebih lanjut Husni, adapun rinciannya yakni, guru Taman Kanak-kanak dan pendidikan anak usia dini sebanyak 1.490 orang, sedangkan untuk guru sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sebanyak 2.223 orang. Total guru yang terima dana insentif dari APBD itu sebanyak 3.713 orang g
 
“Pengucuran dana ini, tujuannya meningkatkan kesejahteraan dan profesional guru. Disamping itu, bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan gurunya,” jelas Husni panjang lebar, untuk tahun sebelumnya setiap guru mendapatkan Rp 45 ribu dan saat ini naik menjadi Rp 100 ribu per orang untuk SD dan SMP, dan Rp 150 ribu untuk TK dan Paud. “Kita berharap uang ini dimanfaatkan dengan baik. Bukan jalan-jalan ke mall atau hiburan,” harap Husni.
 
Guru honorer yang sepat diwawancarai wartawan, Ruwaida dan Luci mengaku, bersyukur dengan adanya bantuan kesejahteraan bagi guru dari pemerintah, semoga menjadi semangat kerja bagi kami. “Alhamdulillah dengan bantuan ini, untuk di tahun yang akan datang bisa bertambah lagi agar ada kesenambungan antara guru honer dengan pegawai tetap,” singkat Luci.
Saturday, 17 September 2016 13:11

Gerakan Tanam Serempak Cetak Sawah 2016

Komando Distrik Militer (Kodim) 0402 OKI, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir Dalam hal ini Dinas Pertanian Kab OKI, serta masyarakat menanam padi secara serentak guna mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
 
Penanaman padi secara serentak itu mengusung tema “Kita Tingkatkan Produksi Padi untuk Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan”, Penanam perdana cetak sawah baru dilakukan didesa Tanjung Beringin seluas 690 ha, yang dibagi kepada 6 kelompok tani yang beranggotakan 25 – 30 petani Kecamatan Tanjung Lubuk, Jum’at (16/09/16).
 
Penanaman padi serentak di Desa Tanjung Beringin di hadiri Kasdim 0402 OKI, Wakalaplak Cetak Sawah Lahan Kolonel Susanto dari Ziad Mabes TNI, Kapten Inf Tamzil Danramil Tanjung Lubuk, Camat Tanjung Lubuk, Ibu Persit, dan para Petani.
 
Penanaman serentak ini dilaksanakan pada tanggal 16 september – 30 september mendatang. Meliputi 6 kecamatan di lahan cetak sawah baru, yakni Kecamatan Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan, Tanjung Lubuk, Teluk Gelam, dan Pampangan.
 
Dandim 0402 OKI melalui Kasdim 0402 Kayuagung Maypor David Suardi mengatakan “Untuk di OKI sendiri ada 11.000 laha cetak sawah baru. Saat ini kita gelar penanaman serentak.”
 
Ia juga melanjutkan “Tujuan dalam penanaman serentak ini, agar lahan cetak sawah baru yang diolah langsung ditanam, sehingga tidak menjadi semak belukar lagi.”TNI dari Ziad, Zidam dan jajaran Kodim telah membantu dalam pembuatan cetak sawah baru. Dalam proses penenaman hingga panen pun kita tetap mendampingi petani,”Tegasnya.
 
Kepala UPTD Pertanian Tanjung Lubuk Hermansyah menambahkan “Dinas pertanian juga menyalurkan bantuan pupuk, benih dan alat berat. Diharapkan hasilnya nanti dari lahan tersebut mencapai 3-3,5 ton gabah kering giling per ha.”
 
Camat Tanjung Lubuk Dilyanto berharap “Dengan adanya program cetak sawah baru dan penanaman serentak ini maka lahan yang dulunya menghasilkan masalah malah bermanfaat karena menghasilkan padi, sehingga mampu menambah alternative mata pencaharian masyarakat serta meningkatkan ekonomi.”
 
Penanaman padi serentak ini untuk peningktan pertanian dan membantu petani dalam upaya penenaman pada lahan sawah yang ada di Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ilir OKI.
 
sumber: kayuagungradio

Setelah berhasil memanfaatkan limbah cair sawit (POME) sebagai Pembangkit listrik tenaga Biogas (PLTBg) pada Desember 2015 lalu, PT Sampoerna Agro, Tbk melalui CSR-nya kembali menginisiasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat budidaya jamur merang dengan media limbah sawit tandan kosong Kelapa Sawit.

Bukan hanya itu, perusahaan yang bergerak di perkebunan kelapa sawit ini juga melakukan pembentukkan kelompok budidaya, ditambah dengan dukungan permodalan usaha bergulir, pendampingan teknis dan managerial serta pemasaran terpadu dan terobosan lainnya berupa pengembangan pusat/sentra pembenihan jamur.

Managing Director PT Sampoerna Agro, Parluhutan Sitohang melalui GM Plantation Eldi Nuzan mengatakan, selama ini kelompok budidaya jamur merang ini bergantung pada pasokan benih dari Pulau Jawa dengan harga yang cukup mahal ditambah kualitas yang kerap rusak diperjalanan.

Untuk itu katanya, pihaknya akan membangun Mushroom Learning Center (Pusat Pembelajaran Jamur) yang akan dipusatkan di Desa Sumber Deras. Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat ini, tidak akan berhenti di wilayah Desa Sumber Deras. Untuk tahun ini saja, rencananya akan dibuat dua puluh empat kumbung jamur untuk sepuluh kelompok di enam desa, dua kecamatan.

“Program ini nantinya akan kita coba kembangkan di Kecamatan-kecamatan lainnya di wilayah PT Sampoerna Agro, Tbk,”kata Parluhutan disela kegiatan Soft Launching program pemberdayaan masyarakat di Desa Sumber Deras, Jum’at (16/9/2016).

Kepala Desa Sumber Deras, menyampaikan jika Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dengan model seperti ini adalah yang dinantikan oleh segenap masyarakat. Terlebih, saat ini masyarakat sudah harus mulai belajar keahlian/keterampilan lain di luar karet dan sawit karena kecenderungan harga komoditas karet yang terus menurun.

Malik warga Desa Suryakarta, anggota kelompok Sulfat Mushroom menyatakan jika prospek usaha budidaya jamur merang ini bagus, pasarnya terbuka luas tapi justru produktivitasnya masih lemah. Masyarakat juga belum banyak percaya dengan prospek usaha ini.

Padahal, dirinya sudah sejak enam bulan lalu membiayai kuliah anaknya di Jakarta dengan usaha Jamur ini. “Mudah-mudahan dengan adanya program ini, kita bisa meningkatkan produktivitas, menguatkan kelembagaan, mempererat hubungan dengan Perusahaan, dan menjadi contoh agar masyarakat lainnya dapat tertarik berpartisipasi dalam usaha jamur ini,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati OKI, H.M. Rifai, SE saat mengahdiri kegiatan soft launching tersebut mengatakan,  yang terpenting dalam pembinaan kelompok budidaya ini adalah masalah management. Jangan sampai program yang dilaksanakan ini berakhir percuma tanpa pembelajaran dan perkembangan apa-apa. Oleh karena itu setiap anggota harus mempunyai konsistensi dan ketegasan dalam mengikuti aturan yang telah disepakati bersama.

Beliau menambahkan, Kelompok-kelompok yang telah diberi pengetahuan, keterampilan secara teknis dan managerial kelembagaan harus dapat memaksimalkan produktivitas, mengatur finansial kelompok dan mengelola resiko bisnis. Jangan hanya harus bisa bertahan, tetapi juga bisa mengembangkannya.

Wakil Bupati OKI juga mengapresiasi PT Sampoerna Agro, Tbk yang telah membuktikan kepeduliannya terhadap masyarakat di sekitar Perusahaan, terutama dalam kondisi perekonomian yang tengah melambat.  “Kita berharap desa ini bisa menjadi kiblat dan rujukan orang untuk belajar budidaya jamur. Apalagi lokasi kegiatan dekat Pesantren, saatnya mencetak santri yang memiliki kecakapan wirausaha, sehingga setelah lulus mampu mandiri,” pungkasnya.

Thursday, 15 September 2016 11:41

Wakil Bupati OKI Pantau Titik Api Dari Udara

Wakil Bupati OKI HM Rifai SE selama tiga jam di udara dengan menaiki helikopter PK-UHW milik Sinarmas memantau hotspot (titik api) di wilayah Kecamatan Pedamaran Timur, Pangkalan Lampam, Tulung Selapan, dan Sungai Menang, Rabu (14/9).

Dari hasil pantauan melalui udara tadi, menurut Rifai yang juga sebagai Plh Bupati OKI, didampingi Kepala Dept External Relation untuk PT SBA, PT BAP, dan PT BMH Efendy menyebutkan ada 2titik api yang besar berada di kawasan perusahaan Selapan Jaya Desa Gajah Mati, Hikma 4 dan Hikmah 5. Kemudian di wilayah Pangkalan Lampam yang memang lahan masyarakat.

Kurangnya perhatian dan kepedulian dari pihak perusahaan, ditegaskan Rifai, pihak perusahaan, harus diberikan peringatan keras karena tak ada upaya pemadaman. Terlihat dari bekas terbakarnya di 2 blok yang sudah terbakar.

“Satu blok yang baru terbakar besar, dan 2 blok lainnya sudah terbakar diperkirakan 2-3 hari yang lalu,” kata Rifai berang sepertinya pihak perusahaan tak ada upaya untuk melakukan pemadaman. Padahal, Pemerintah Kabupaten OKI bersama Unsur Muspida terus menerus memberikan peringatan dan penjagaan di titik-titik rawan kebakaran.

Dijelaskan Rifai, kebakaran lahan ini sepertinya berindikasi dibiarkan atau sengaja dibakar oleh perusahaan. “Kalau dilihat dari kebakaran tadi, tidak ada upaya perusahaan untuk memadamkan api. Sepertinya dibiarkan padahal sudah diblok-bloki, atau dikanal tapi api masih saja hidup dan merambat ke blok lainnya,” timpal Pasi Intel 0402/OKI Kapten Inf Eddy yang melihat hasil rekaman video selama di udara.

Sekda OKI H Husin SPd MM melalui Kepala BPBD OKI Azhar SE menyebutkan, ada 8 titik api yang tersebar di Kecamatan Pangkalan Lampam, Cengal, Sungai Menang, dan Pedamaran Timur. “Titik api yang jelas terlihat di Desa Lebung Batang, Desa Darat, dan Desa Pangkalan Lampam Kecamatan Pangkalan Lampam,” kata Azhar. Untuk di 3 desa itu api sudah berhasil dipadamkan dengan Hely water bombing, karena untuk jalan darat sulit ditempuh.

Menurut Azhar lahan yang terbakar seluas 4 hektar tersebut rata-rata milik masyarakat. Siapa pelaku pembakaran tersebut pihak Wakil Bupati OKI HM Rifai SE selama tiga jam di udara dengan menaiki helikopter PK-UHW milik Sinarmas memantau hotspot (titik api) di wilayah Kecamatan Pedamaran Timur, Pangkalan Lampam, Tulung Selapan, dan Sungai Menang, Rabu (14/9).

Dari hasil pantauan melalui udara tadi, menurut Rifai yang juga sebagai Plh Bupati OKI,

didampingi Kepala Dept External Relation untuk PT SBA, PT BAP, dan PT BMH Efendy menyebutkan ada 2titik api yang besar berada di kawasan perusahaan Selapan Jaya Desa Gajah Mati, Hikma 4 dan Hikmah 5. Kemudian di wilayah Pangkalan Lampam yang memang lahan masyarakat.

Kurangnya perhatian dan kepedulian dari pihak perusahaan, ditegaskan Rifai, pihak perusahaan, harus diberikan peringatan keras karena tak ada upaya pemadaman. Terlihat dari bekas terbakarnya di 2 blok yang sudah terbakar.

“Satu blok yang baru terbakar besar, dan 2 blok lainnya sudah terbakar diperkirakan 2-3 hari yang lalu,” kata Rifai berang sepertinya pihak perusahaan tak ada upaya untuk melakukan pemadaman. Padahal, Pemerintah Kabupaten OKI bersama Unsur Muspida terus menerus memberikan peringatan dan penjagaan di titik-titik rawan kebakaran.

Dijelaskan Rifai, kebakaran lahan ini sepertinya berindikasi dibiarkan atau sengaja dibakar oleh perusahaan. “Kalau dilihat dari kebakaran tadi, tidak ada upaya perusahaan untuk memadamkan api. Sepertinya dibiarkan padahal sudah diblok-bloki, atau dikanal tapi api masih saja hidup dan merambat ke blok lainnya,” timpal Pasi Intel 0402/OKI Kapten Inf Eddy yang melihat hasil rekaman video selama di udara.

Sekda OKI H Husin SPd MM melalui Kepala BPBD OKI Azhar SE menyebutkan, ada 8 titik api yang tersebar di Kecamatan Pangkalan Lampam, Cengal, Sungai Menang, dan Pedamaran Timur. “Titik api yang jelas terlihat di Desa Lebung Batang, Desa Darat, dan Desa Pangkalan Lampam Kecamatan Pangkalan Lampam,” kata Azhar. Untuk di 3 desa itu api sudah berhasil dipadamkan dengan Hely water bombing, karena untuk jalan darat sulit ditempuh.

Menurut Azhar lahan yang terbakar seluas 4 hektar tersebut rata-rata milik masyarakat. Siapa pelaku pembakaran tersebut pihak polisi masih melakukan penyelidikan dan nantinya akan memproses secara hukum, bagi oknum masyarakat yang sengaja membakar. “Kasus kebakaran lahan di wilayah perbatasan desa ke desa itu sudah diserahkan ke pihak berwajib untuk melakukan pencarian dan akan ditindak sesuai hukum yang telah ditentukan,” tutur Azhari.

Ketika ditanya mengenai kebakaran besar yang terjadi di Desa Tulung Selapan Ilir, Desa Pulau Beruang yang diduga di atas lahan perusahaan itu, Azhari tidak banyak berkomentar, karena menurutnya api sudah berhasil dijinakan. “Kebakaran itu terjadi dua hari yang lalu, jadi apinya sudah mati,” ujar Azhari.

Terpisah, Managing Direktur PT Samporna Agro Parluhutan Sitohang melalui Koordinator CSR Ardian Indra Putra menyebutkan, maaf pihak perusahaan tidak tinggal diam untuk mengawasi dan melakukan pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Tanda keseriusan perusahaan telah dibentuknya kelompok Tani  Peduli Api (KTPA) yang dibentuk sebelum musim panas. Bukan hanya perusahaan, juga bekerja sama dengan pemerintah, Polri, TNI dan masyarakat peduli api (MPA).

“Yang jelas kita tidak main-main dengan kebakaran, sebab itu kapolda juga telah mengapresiasi yang yang sudah dilakukan oleh perusahaan PT Sampoernayang ikut serta dalam pencegahan dini Karhutla di Kabupaten OKI,” ungkap Ardian perusahaan juga telah menyiapkan posko pengendalian kebakaran hutan lahan.

Dalam pembentukan KTPA, jelas Ardian, pihaknya melibatkan masyarakat lokal yang dibentuk  dalam 21 KTPA yang berasal dari 21 desa yang tersebar di 7 kecamatan. “Masing dari kecamtan Mesuji, Mesuji Raya, Pedamaran Timur, Lempuing Jaya, Pedamaraan, Sungai Menang dan Cengal, kami sadar bahwa peran perusahaan sangat penting, selain peran Pemerintah, TNI, Polri dan Masyarakat,” tandasnya. polisi masih melakukan penyelidikan dan nantinya akan memproses secara hukum, bagi oknum masyarakat yang sengaja membakar. “Kasus kebakaran lahan di wilayah perbatasan desa ke desa itu sudah diserahkan ke pihak berwajib untuk melakukan pencarian dan akan ditindak sesuai hukum yang telah ditentukan,” tutur Azhari.

Ketika ditanya mengenai kebakaran besar yang terjadi di Desa Tulung Selapan Ilir, Desa Pulau Beruang yang diduga di atas lahanperusahaan itu, Azhari tidak banyak berkomentar, karena menurutnya api sudah berhasil dijinakan. “Kebakaran itu terjadi dua hari yang lalu, jadi apinya sudah mati,” ujar Azhari.

Terpisah, Managing Direktur PT Samporna Agro Parluhutan Sitohang melalui Koordinator CSR Ardian Indra Putra menyebutkan, maaf pihak perusahaan tidak tinggal diam untuk mengawasi dan melakukan pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Tanda keseriusan perusahaan telah dibentuknya kelompok Tani  Peduli Api (KTPA) yang dibentuk sebelum musim panas. Bukan hanya perusahaan, juga bekerja sama dengan pemerintah, Polri, TNI dan masyarakat peduli api (MPA).

“Yang jelas kita tidak main-main dengan kebakaran, sebab itu kapolda juga telah mengapresiasi yang yang sudah dilakukan oleh perusahaan PT Sampoernayang ikut serta dalam pencegahan dini Karhutla di Kabupaten OKI,” ungkap Ardian perusahaan juga telah menyiapkan posko pengendalian kebakaran hutan lahan.

Dalam pembentukan KTPA, jelas Ardian, pihaknya melibatkan masyarakat lokal yang dibentuk  dalam 21 KTPA yang berasal dari 21 desa yang tersebar di 7 kecamatan. “Masing dari kecamtan Mesuji, Mesuji Raya, Pedamaran Timur, Lempuing Jaya, Pedamaraan, Sungai Menang dan Cengal, kami sadar bahwa peran perusahaan sangat penting, selain peran Pemerintah, TNI, Polri dan Masyarakat,” tandasnya.

 

sumber: kayuagungradio

Untuk memperkuat Provinsi Sumsel pada PON XIX di Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Pemuda dan Olahraga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ogan Komering Ilir mengirim 7 atlet berprestasi.

Ketujuh orang atlet ini antara lain, Indra Hadinata dari cabang ski air, Akbar, Derianu Budiman dari cabang dayung, Klinha,Yosep, Yuniarti dan M.Fikri dari cabang Pencak Silat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten OKI, Drs. M. Dahlan, MM mengatakan atlet yang di kirim untuk memperkuat kontingen Sumsel ini merupakan atlet terbaik pada ajang Porprov Lubuk Linggau dan Porwil beberapa waktu lalu bahkan salah satu diantara mereka (indra hadinata atlet ski air) memiliki prestasi ditingkat internasional

Drs. M. Dahlan, MM mengatakan “Atlet yang dikirim itu semuanya berasal dari putra-putri asli OKI, mereka semua berprestasi, kita berharap mereka bisa menyumbang emas untuk Sumsel”.

Ketujuh atlet yang akan bertanding pada ajang PON ini menurut dia merupakan kebanggaan warga OKI karena belum tentu kabupaten lain mendapatkan kesempatan yang sama.

Prestasi olahraga menurut Dahlan tidak terlepas dari pembinaan yang baik oleh pengurus cabang olahraga. Apalagi menurut dia untuk menyikseskan Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

“Kami banyak-banyak mengucapkan terimakasih kepada pengurus cabang olahraga di Kabupaten OKI, sehingga atlet menjadi berkualitas dan dapat diperhitungkan dikanca nasional maupun internaisonal” bebernya.

Dirinya merasa yakin terhadap kemampuan atlet-atlet yang akan mewakil Sumsel ini, untuk memenangkan sejumlah cabor pada PON-19 nanti.

Dalam rangka mengejar target percepatan tanam padi pada September 2016 di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI seluas 15.000 ha, Dirjen Tanaman Pangan Kementan DR. Hasil Sembiring, MEng mencanangkan gerakan pengolahan tanah.

Sebelumnya, di Kec. Air sugihan sudah dimulai pengolahan tanah pada 19 agustus lalu. Nah, hari ini (6/9) dilakukan peninjauan kembali oleh Dirjen Tanaman Pangan bersama Dandim OKI Letkol Kav. Dwi Irbaya ke beberapa desa di Air Sugihan.

“Untuk mendukung percepatan tanam ini Pemkab OKI mengerahkan traktor roda empat sebanyak 11 unit disamping traktor roda dua yang ada di kelompok- kelompoak tani,” ungkap Kepala Dinas Pertanian OKI, Syarifuddin.

Sambungnya, percepatan tanam di Kecamatan Air Sugihan juga ada sistem TOT (tanpa olah tanah). Yakni gulma disemprot dengan herbisida, setelah kering ditabur benih dan digelebek menggunakan traktor roda dua. “Cara ini kelihatan unik dan belum dilakukan petani di kabupaten lain di sumsel,” ungkapnya.

Sambungnya, petani di Air Sugihan sebagian mendapat pinjaman modal usaha dari PT Pusri selaku mitra dan menggunakan benih serta pupuk bersubsidi pemerintah. Percepatan tanam ini dilakukan petani berkat pendampingan TNI selaku motivator dilapangan disamping bimbingan PPL dan pemerintah desa serta kecamatan.

“Kami sangat bangga dengan antusiasnya petani mengolah lahan yang rata- rata lebih dari 2 ha perKK serta kita terus memfasilitasi petani agar dapat memanfaatkan lahan usahanya sebagai faktor produksi dengan pola tanam padi-padi- jagung,” ucapya. Dijelaskannya lagi bahwa Air sugihan termasuk sentra padi di kabupaten OKI disamping jagung dan jeruk yang juga ikut menyumbang pasokan buah di kabupaten OKI.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Sumsel Erwin Wibowo, STp mengungkapkan terkait sistem TOT yang dilakukan oleh petani Air Sugihan akan diadopsi oleh petani telang di Kabupaten Banyuasin.” Rencananya dalam waktu dekat akan berkunjung ke Air Sugihan sekaligus study banding,” tambahnya.

 

sumber: kayuagungradio