Saturday, 15 December 2018
kaboki

kaboki

Tuesday, 31 July 2018 06:36

Desain Standar Logo HUT RI ke 73

Berikut disampaikan desain logo HUT RI ke 73 sesuai Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Nomor: B-484/M.Sesneg/TU/set/TU.00.04/07/2018 agar dapat diaplikasikan.

Pedoman lebih lanjut dapat diunduh di Website Resmi Kementrian Sekretariat Negara www.setneg.com

Pembangunan Kesehatan menempati prioritas yang tinggi, sehingga menjadi agenda utama kita, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat daerah. Dalam rencana pembangunan jangka panjang (2005-2024) ditetapkan bahwa pembangunan kesehatan menuju ke arah pengembangan upaya kesehatan, dari upaya kesehatan yang bersifat kuratif bergerak ke arah upaya kesehatan preventif dan promotif, sesuai kebutuhan dan tantangan kesehatan.

Hak anak untuk hidup sehat, salah satunya akan terpenuhi dengan mendapatkan imunisasi dasar yang lengkap sejak anak tersebut lahir sampai dengan usia sebelum satu tahun. Memberikan imunisasi dasar lengkap yang berkualitas pada anak-anak di Kabupaten OKI berarti kita mempersiapkan generasi sehat dan cerdas, yang akan menunjang capaian Index Pembangunan Kesehatan Masyarakat OKI yang tinggi, dimana salah satu indikatornya adalah cakupan imunisasi dasar lengkap.

Pemerintah saat ini menyelenggarakan program imunisasi sebagai upaya preventif/ pencegahan terhadap penyakit menular tertentu. Prinsip terselenggaranya program imunisasi yang berkualitas adalah keterpaduan lintas sektor, bahkan seluruh komponen masyarakat. Kabupaten Ogan Komering Ilir pada tahun 2018, akan melaksanakan event akbar yaitu Kampanye Pemberian Imunisasi Measless Rubella (MR) pada bulan Agustus dan September secara serentak di 18 Kecamatan se Kab.OKI. Kegiatan ini juga dilaksanakan serentak di 17 Kabupaten/Kota se Provinsi Sumatera Selatan dan 28 Provinsi se-Indonesia, sedangkan 6 Provinsi di Pulau Jawa telah sukses melaksanakannya tahun 2017.

Pada Hari 25 Juli 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten OKI mengadakan acara Advokasi, Sosialisasi dan Koordinasi Lintas Sektor Dalam Rangka Kampanye Imunisasi MR di Ruang Bende Seguguk 1. Acara dibuka oleh Bupati OKI yang diwakili H. Antonius Leonardo Asisten Pemerintahan dan Kesra dan dihadiri , Kepala Dinas Kesehatan OKI H. M. Lubis SKM M.Kes, Narasumber Zenab Fitria SKM M.Kes, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dan Unsur Muspida yang ada di Kabupaten OKI.

Adapun tujuan dari diadakan acara Advokasi, Sosialisasi dan Koordinasi Lintas Sektor Dalam Rangka Kampanye Imunisasi MR adalah :

Mensosialisasikan kepada seluruh lintas sektor terkait dan menggalang komitmen, dukungan yang kongkrit, serta partisipasi aktif dari pimpinan daerah, pimpinan DPRD dan para pembuat keputusan dari seluruh lintas sektor.

Peserta mengetahui tentang penyakit Campak dan Rubella

Peserta mengetahui tujuan dilaksanakannya Kampanye Imunisasi MR

Peserta mengetahui waktu dan tempat pelaksanaan Kampanye MR.

 

Sumber: http://kayuagungradio.com/dinkes-oki-targetkan-95-anak-bebas-penyakit-campak-rubella/

Wednesday, 25 July 2018 07:07

Pembangunan OKI, Tidak Ada Ketimpangan

Target Pemkab OKI untuk menuntaskan pembangunan Jalan Sepucuk di tahun 2018 ini, bukan hanya isapan jempol belaka. Buktinya, hingga saat ini, pembangunan Jalan yang menghubungkan Kecamatan Kayuagung, dengan Kecamatan Pedamaran Timur (Petir), maupun beberapa kecamatan lainnya itu, terus dikebut.

Demikian ditegaskan Bupati OKI H Iskandar SE, saat menghadiri halal bihalal, serta khitanan Abi Firza, putra dari Armadi, Kades Sungai Menang, Kecamatan Sungai Menang, kemarin (24/07). ‘’Tahun 2018 ini, Jalan Sepucuk akan selesai dibangun 100 persen,” tegas H Iskandar yang disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

Selanjutnya, sambung H Iskandar, untuk tahun 2019, akan dibangun Jalan dari Sepucuk hingga Desa Kayulabu, Kecamatan Petir. ‘’Dan tahun berikutnya, akan tuntas pembangunan Jalan, dari Desa Kayulabu, Petir, hingga Kecamatan Sungai Menang,” sambung pria yang baru terpilih menjadi Bupati OKI periode kedua, pada Pilkada 27 Juni 2018 lalu ini.

Selain itu, kata H Iskandar, dirinya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR OKI, bahwa tahun ini juga akan dibangun Jalan sekitar 3 Kilometer, yakni dari Depan SMP, hingga ke Jembatan Desa Sungai Menang. ‘’Ke depan, atap Pasar Sungai Menang, akan kita buat lebih bagus, dengan rangka baja,” kata pria yang juga menjabat Ketua DPW PAN Sumsel ini.

H Iskandar mengaku, dirinya tidak akan membeda-bedakan wilayah Kabupaten OKI, dalam melakukan pembangunan. Semua wilayah akan mendapatkan pembangunan. ‘’Hanya saja, karena anggaran Pemkab terbatas, tentu pihaknya akan membangun wilayah yang menjadi prioritas terlebih dahulu,” tutur suami dari Hj Lindasari ini.

Di hadapan undangan, H Iskandar bersyukur, bahwa Pilkada di OKI, merupakan Pilkada yang terdamai di Provinsi Sumsel. ‘’Tidak ada gejolak, pasca pilkada. Tidak sama dengan daerah lain. Maka dari itu, mari semua masyarakat OKI untuk tinggalkan perbedaan, singsingkan lengan baju, satu untuk semua, dan semua untuk satu. Mari kita bangun Kabupaten OKI bersama-sama, agar tidak ketinggalan dari Kabupaten/Kota lainnya,” ungkap H Iskandar.

Terakhir, H Iskandar berpesan kepada warga, untuk menjaga Kabupaten OKI tercinta. ‘’Warga jangan membakar lahan maupun hutan. Kita jaga lahan dan hutan kita, termasuk satwa yang ada. Jangan sampai ada warga OKI yang tersandung hukum, karena kasus pembakaran lahan dan hutan. Apalagi ini mendekati Asian Games 2018. Sebab, Polri dan TNI sudah bekerja keras menjaga hutan dan lahan kita, agar tak terjadi kebakaran,” harap H Iskandar.

Sedangkan salah satu tokoh masyarakat Sungai Menang, Suparman mengaku, sangat bangga dengan Bupati OKI H Iskandar SE, yang telah melakukan pembangunan, khususnya di Kecamatan Sungai Menang ini. ‘’Baru pada kepemimpinan H Iskandar SE, ada listrik masuk desa di sini. Bahkan, banyak pembangunan di Sungai Menang, pada saat H Iskandar SE menjabat Bupati. Kami yakin, di periode keduanya nanti, H Iskandar SE tidak akan melupakan Kecamatan Sungai Menang untuk menjadi prioritas pembangunannya,” terang Suparman.

Dalam kunjungannya itu, H Iskandar SE, membawa serta beberapa kepala dinas, dengan tujuan untuk menjaring aspirasi warga dalam membangun OKI. Diantara pejabat yang hadir itu, Sekda OKI H Husin SPd MM, Kepala BKD Heri Susanto, Kepala Dinas PU PR HM Hafidz, Kepala DPMPTSP Ir Asmar Wijaya, Sekretaris Dinkes Iwan Setiawan, dan Kasat Pol PP Alex Bustomi.

Selain itu, hadir juga Camat Sungai Menang Bahrul Amik, dan Kapolsek Sungai Menang Ipda Dedy Suandy SH. Acara khitanan Abi Firza sendiri dimeriahkan Organ Tunggal Shangrilla, dan dihibur oleh tiga artis ibukota, yakni Devi KDI, Yayu Bintang Pantura (BP), dan Diah Pitaloka (BP).

 

http://kayuagungradio.com/pembangunan-oki-tidak-ada-ketimpangan/

Kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutbunla) di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengancam. Hal itu ditandai dengan terjadinya kebakaran lahan di Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu (18/7).

Beruntung ancaman bencana kabut asap tersebut dapat langsung ditanggulangi oleh pemerintah dan masyarakat, TNI/Polri, swasta dan stakeholder lainnya yang berjibaku memadamkan api. Jika bukan karena force majeure (di luar kuasa dan kehendak manusia), kabut asap dipastikan tidak akan membayangi apalagi sampai menyentuh Asian Games, 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel), Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengucapkan terima kasih kepada Bupati OKI, H Iskandar SE serta Kodim 0402/OKI, Kapolres OKI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). “Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah padam semua, mulai Rabu (18/7) siang menjelang Magrib,” ungkap Kapolda dikonfirmasi usai latihan menembak di Mapolda Sumatera Selatan, Kamis (19/7).

Diterangkan Kapolda, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI. Lokasinya di kawasan perkebunan. “Menurut pengamatan kami, ini bukan bencana alam. Namun (lahan sengaja) dibakar. Oleh karena itu, kami fokus melakukan penyidikan,” tegas jenderal bintang dua itu

Masih kata Kapolda, Bupati OKI H Iskandar SE setuju bahwa orang yang membakar hutan dan lahan ditembak di tempat. “Bupati (OKI) pun setuju, orang yang membakar (hutan dan lahan) ditembak di tempat,” tegasnya.

Kapolda berharap agar masyarakat sadar untuk tidak melakukan pembakaran. “Saya harap masyarakat sadar untuk tidak melakukan pembakaran (hutan dan lahan). Mari bersama menjaga lingkungan untuk keberlangsungan hidup anak cucu,” pungkasnya.

Dikonfirmasi sebelumnya, Bupati OKI H Iskandar SE mengatakan, kejadian karhutla ini memang baru terjadi (lagi) setelah tiga tahun lalu. “Baru sekarang yang kelihatan cukup luas, kalau dulu spotnya sedikit, dan dengan luas di bawah satu hektare, dan skrng lebih dari 10 hektare,” jelasnya kepada Simbur Sumatera.

Sekarang, tambah dia, kalau ada titik api langsung keroyok. “Semuanya turun, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD hingga masyarakat untuk melakukan tindakan pemadaman. Masyarakat juga, kalau melihat ada api segera lakukan pemadaman,” tegasnya.

Bupati H Iskandar SE langsung memerintahkan jajarannya untuk segera membentuk tim investigasi terkait bencana kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutbunla) di Kabupaten OKI.

Dirinya juga memerintahkan agar tim pemadam dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI untuk terus memantau kejadian ini. “Kami akan bahas ini di rapat forkopimda agar segera dibentuk tim invetigasi agar tau permasalahan lahan yang terbakar ini,” katanya.

Selain itu, dirinya juga meminta agar pihak BPBD OKI menyurati pihak perusahan untuk bertanggungjawab terhadap kejadian ini dan agar api di lokasi wilayah mereka segera padam. “Saya tegaskan, api harus padam dalam satu hari ini. Saya ingatkan, jangan coba-coba bermain api. Saya tidak tenang dengan adanya kebakaran lahan ini, karena mencakup nama baik Kabupaten Ogan Komering Ilir,” tegasnya seraya menambahkan, Indonesia akan menjadi tuan rumah even internasional, Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang.

Pasca dua kejadian tersebut, pemegang jabatan tertinggi baik di jajaran Polres OKI, Kodim 0402 OKI, Bupati OKI dan Kapolda Sumsel langsung terjun ke lokasi karhutla di Desa Kayulabu, Kecamatan Pedamaran Timur, Rabu (18/7).

Pasca kejadian ini, Polres OKI dan jajaran langsung turun dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. “Kalau yang kemarin, sudah di police line oleh pidsus untuk dilakukan penyelidikan oleh Para, jadi sementara lahan tidak bisa digunakan dulu,” ungkap Kapolres OKI, AKBP Ade Haryanto melalui Kasubag Humas Polres OKI, Ipda Ilham Parlindungan, Kamis (19/7).

Menurutnya, penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kebakaran ini diakibatkan oleh kelalaian atau disengaja, atau bahkan ada unsur sabotase. “Jadi masih dalam proses (penyelidikan), tidak sembarangan menentukan orang itu salah atau tidaknya. Terbukti atau tidaknya ada kelalaian tidak secepat itu, ini bukan seperti pidana biasa,” jelas Ilham.

Dirinya menambahkan, lahan-lahan tersebut ada beberapa jenis seperti lahan milik warga, atau milik perusahaan. Jika lahan tersebut merupakan lahan milik warga dan tidak dimanfaatkan tetap pemilik lahan akan diperiksa termasuk perangkat desa yang juga akan dimintai keterangan. “Kalau itu punya perusahaan, perusahaannya yang akan kita periksa,” tegasnya seraya menambahkan akan mengusut tuntas kasus karhutla ini.

Jika belajar dari pengalaman, lanjutnya, karhutla ini ada beberapa unsur penyebab seperti kelalaian dan kesengajaan. Oleh karena itu, sejak jauh hari pihak Polres OKI memaksimalkan sosialisasi dan memberikan imbauan baik berupa maklumat berupa spanduk maupun persuasif kepada masyarakat agar tidak membakar ataupun membuka lahan dengan cara membakar.

“Sekarang yang digedor itu perangkat desa untuk lebih tegas lagi mengimbau kepada warga yang beraktifitas di kebun atau lahan. Termasuk ditegaskan kepada warga yang punya lahan dan dibiarkan lahannya tidak dimanfaatkan, kami imbau keras agar itu dijaga supaya tidak ferbakar dan dimanfaatkan oleh oknum hingga disabotase (dibakar),” tegasnya.

Masih kata Ilham, saat ini sudah ada 13 posko terpadu yang berisi gabungan antara Polri, Manggala Agni dan beberapa satuan lainnya. Selain itu, di Polri, dalam jajaran sampai ke Polsek-polsek sudah menjadi tradisi dan tanggungjawab masing-masing untuk menjaga wilayah.

“Ke depan, wacana Kapolres, dalam waktu dekat akan dibentuk Satgas Karhutla untuk lebih aktif dan giat mengantisipasi hingga menangani kejadian (Karhutla) ini,” tandasnya.

 

Sumber: kayuagungradio

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE meminta penegak hukum agar menangkap dan menghukum pelaku pembakar lahan yang menyebabkan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten OKI. Apalagi mengingat Indonesia khususnya Sumatera Selatan (Sumsel) akan menjadi tuan rumah even olahraga terbesar di Asia, Asian Games.

Upaya tersebut diminta Langsung Iskandar kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat meninjau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Kayu Labu, Kecamatan Pedamaran Timur
“Kalau bandel, tembak ditempat,” ujarnya.

Menurutnya, imbauan ataupun warning agar oknum masyarakat tidak membakar lahan atau membuka lahan dengan cara membakar terus disuarakan. “Di jajaran pemerintah, kepolisian dan TNI akan segera berkoordinasi terkait hal ini. Kami juga mengimbau agar kades juga dapat memberikan pengertian kepada masyarakat agar tidak membakar lahan,” katanya.

Dijelaskan Bupati, kejadian karhutla ini memang baru terjadi (lagi) setelah tiga tahun lalu. “Baru sekarang yang kelihatan cukup luas, kalau dulu spotnya sedikit, dan dengan luas di bawah satu hektar, dan skrng lebih dari 10 hektar,” jelasnya.

“Sekarang kalau ada titik api langsung keroyok. Semuanya turun, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD hingga masyarakat untuk melakukan tindakan pemadaman. Masyarakat juga, kalau melihat ada api segera lakukan pemadaman,” tegasnya.

Terkait keinginan Bupati untuk memberikan tindakan tegas terhadap pembakar lahan ini, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain mengungkapkan, tindakan tegas memang diperlukan untuk memberikan efek jera terhadap pelaku pembakar lahan.

“Kapolres didengar, tadi kata Bupati tindak tegas bila perlu tembak ditempat pelaku pembakar hutan,” tegasnya.

Wednesday, 18 July 2018 08:03

OKI Siap Sambut Obor Asian Games

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersiap menyambut Obor Asian Games 2018 yang akan melintasi Bumi Bende Seguguk pada Selasa, 7 Agustus 2018.
Guna persiapan tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten OKI, menggelar rapat koordinasi terkait penyambutan Obor Asian Games, di Ruang Kerja Sekda OKI, Selasa (17/7).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten OKI, Drs. H. M. Dahlan menuturkan, obor Asian Games diperkirakan sampai di Kabupaten OKI pada pukul 11.30 WIB dari Kabupaten Ogan Ilir.
Obor lalu akan diarak berlari oleh pembawa obor didampingi oleh 10 orang atlit lokal sebagai torc guard dengan rute simpang celikah Kayuagung menuju Jalan M. Nuh Matjan di Kelurahan Sukadana lalu menuju kelurahan Paku dan disambut di Pendopo Kabupaten oleh Bupati dan Forkompimda. Setelah beristirahat di Pendopo Kabupatenan, rombongan melanjutkan arak-arakan obor ke Kantor Bupati OKI lalu melanjutkan perjalanan dengan kendaraan ke Mesuji Lampung.

Obor Asian Games 2018 dalam event bertajuk Torch Relay Asian Games 2018 ini merupakan langkah awal sebelum dimulainya Asian Games di Jakarta dan Palembang.
“Titik awal obor di Simpang Celikah diterima di pendopo Kabupatenan, dari sini nanti terus lagi ke Lampung ” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, H. Husin, S. Pd, MM mengatakan pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten OKI siap menyambut Api Obor Asian games 2018 dengan sukacita.“Kita Pemerintah daerah dan masyarakat OKI siap menyambut Api Obor Asian Games 2018 dengan senang hati, Ini suatu kebanggaan bagi Pemerintah daerah dan Masyarakat, karena Obor Asian Games hanya melintasi 18 Provinsi dan 50 Kabupaten/Kota. OKI masuk dalam rute perjalajan Api Obor Asian Games,” kata Husin.

Dikatakannya, dalam pelaksanaannya nanti, Pemerintah daerah berkomitmen dan bertanggung jawab menyelenggarakan dan menyukseskan penyambutan acara tersebut. Dimana kegiatan ini juga sebagai ajang promosi Kabupaten OKI.
Husin menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, stakeholder untuk bersama-sama turut serta mendukung dan menyukseskan penyambutan Api Obor dan Penyelenggaraan Asian Games Ke-18 Tahun 2018 yang akan digelar di 2 (dua) kota, Jakarta dan Palembang.

 

Sumber :http://kayuagungradio.com/oki-siap-sambut-obor-asian-games/

Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar SE mewanti-wanti agar tidak terjadi kebakaran hutan, lahan dan kebun (Karhutbunlah) diwilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir apalagi menjelang perhelatan besar Asian Games 2018 yang hanya dalam hitungan hari.

Bahkan usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD orang nomor satu di bumi bende seguguk  turun langsung meninjau ke lokasi kebakaran di kawasan HGU PT Rambang Agro, di Kawasan Sepucuk, Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI, Senin (16/7).

Dirinya juga memerintahkan agar tim pemadam dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI untuk terus memantau kejadian ini.
 “Kita akan bahas ini di rapat forkopimda agar segera dibentuk tim invetigasi agar tau permaslahan lahan yg terbakar ini,” katanya.
Selain itu, dirinya juga meminta agar pihak BPBD OKI memanggil pihak perusahan untuk bertanggungjawab terhadap kejadian ini dan agar api di lokasi wilayah mereka segera padam.

“Saya tegaskan, api harus padam dalam satu hari ini. Dan saya ingatkan, jangan coba-coba bermain api. Saya tidak tenang dengan adanya kebakaran lahan ini, karena mencakup nama baik Kabupaten Ogan Komering Ilir,” tegasnya.
Apalagi, lanjut Bupati, Indonesia akan menjadi tuan rumah even internasional, Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang.
Lahan yang terbakar sendiri, menurut Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin kurang lebih berjumlah 70 hektar

“Kita akan terus berupaya untuk memadamkan api. Ada beberapa titik yang masih berupaya dipadamkan, termasuk menggunakan helikopter untuk water booming,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur PT Rambang, Sahrul mengungkapkan, pihaknya berjanji kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) OKI akan segera memadamkan api ini.

 

 

Sumber: http://kayuagungradio.com/jelang-asian-games-jangan-ada-kebakaran-lahan/

Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dengan Aparat Penegak Hukum (APH) di Sumatera Selatan melakukan kesepahaman terkait penanganan laporan atau pengaduan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kesepahaman dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) yang ditandatangani Gubernur Sumatera Selatan, Kapolda, Kajati bersama Bupati dan Kapolres serta Kajari se Provinsi Sumsel di Griya Agung, Kamis (12/7).
Insprektur Jenderal (Irjend) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) Sri Wahyuningsih mengatakan, penyamaan persepsi ini merupakan tindaklanjut dari nota kesepakatan yang telah ditandatangi oleh Kemendagri, Jaksa Agung dan Kapolri terkait pengawasan dan penindakan kasus korupsi yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan tugasnya sebagai Abdi Negara, terkhusus terhadap tugas yang bersentuhan langsung dengan keuangan negara.

Dijelaskannya dalam MoU itu, ketiga pihak yaitu Kemendagri, Kejagung, dan Polri, sepakat untuk saling tukar-menukar data atau informasi laporan atau pengaduan masyarakat yang berindikasi pada tindak pidana korupsi.
“Prinsipnya semua laporan masyarakat mesti ditindaklanjuti oleh APIP dan APH, sepanjang data identitas nama dan alamat pelapor serta laporan dugaan tindak pidana korupsi dilengkapi dengan bukti-bukti permulaan/pendukung berupa dokumen yang terang dan jelas,” ujarnya.

Perjanjian Kerjasama ini lanjut Sri Wahyuningsih, penting mengingat sejak gencarnya penanganan kasus korupsi di Indonesia, para Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Bendahara di daerah banyak yang takut untuk melaksanakan suatu kegiatan. Sehingga, perlu adanya kebijakan dan regulasi untuk memberikan jaminan atas pekerjaan yang mereka lakukan.
“Ini bagian amanat undang-undang dan perintah langsung Presiden agar tidak terjadi kegamangan penyelenggaraan pemerintahan di daerah dalam bertindak karena takut tersangkut pidana atau dicari-cari kesalahannya untuk dipidana, sehingga pembangunan daerah berjalan lamban” cetus Sri.

Untuk itu, Kemendagri menurutnya mengharapkan agar PKS ini dapat segera diimplementasikan di jajaran kewilayahan sehingga target pembangunan di daerah dapat tercapai.
Namun demikian Sri menegaskan adanya MOU bukan berarti melindungi kejahatan, melindungi koruptor.

“Jadi jelas batasan- batasan yang disepakati di dalam perjanjian kerja sama tersebut, utamanya soal batasan laporan yang berindikasi administrasi atau pidana” tandasnya.
Laporan yang berindikasi administrasi, sambungnya, apabila tidak terdapat kerugian keuangan negara/daerah. Apabila terdapat kerugian keuangan negara/daerah, namun telah diprdoses melalui tuntutan ganti rugi atau tuntutan perbendaharaan paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak laporan hasil pemeriksaan APIP atau BPK diterima oleh pejabat atau telah ditindaklanjuti dan dinyatakan selesai oleh APIP atau BPK sifatnya tetap kepada indikasi administrasi.
Namun jika ada indikasi tindak pidana korupsi menurutnya APIP bisa menyerahkan laporan itu ke kejaksaan atau kepolisian (aparat penegak hukum/APH) untuk penyelidikan. Sebaliknya, jika Kejaksaan atau Kepolisian menemukan kesalahan administrasi, maka APH bisa meneruskan ke APIP.

Sementara itu Bupati OKI, H. Iskandar, SE mengungkapkan dengan adanya perjanjian kerjasama antara APIP dan APH ini memberikan angin segar bagi ASN dan Kepala Daerah dalam melaksanakan kegiatan pembangunan.
“Dengan adanya perjanjian kerjsama APIP dan APH ini jelas memberikan jaminan ASN dan Kepala Daerah dalam bekerja, namun bukan bermaksud untuk berlindung dengan sebuah kesalahan,” ungkap Iskandar.
Inspektur Kabupaten OKI, Endro Suarno menekankan bahwa koordinasi APIP dan APH tidak ditujukan untuk melindungi tindakan kejahatan ataupun membatasi APH dalam penegakan hukum.
”Pendekatannya adalah mengedepankan hukum administrasi sehingga penanganan pidana merupakan upaya akhir dalam penanganan suatu permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujar Endro.
Dengan adanya MOU ini menurut dia Inspektorat siap berkoordinasi, terlebih sudah ada PKS APIP dan APH, terangnya.

 

Sumber:http://kayuagungradio.com/apip-dan-aph-teken-mou-tindaklanjuti-aduan-masyarakat/

Realisasi luas tambah tanam padi Kabupaten OKI Juni 2018 sebesar 27.191,5 hektar dari target 19.539 hektar, membuat realisasi tambah tanam mengalami peningkatan (surplus) dengan persentase sebesar 39,16 % sehingga total pencapaian sebesar  139,16%, hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura ( KPTPH) Kabupaten OKI saat di temui diruang kerjanya, Selasa (3/7/2018).

Realisasi ini dapat tercapai berkat dukungan iklim dan tekhnologi alat mesin pertanian serta penggunaan sistem tanam tabur benih langsung ( tabela), dan yang tidak kalah pentingnya semangat para petani untuk meningkatkan produksi yang secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani itu sendiri.

Dengan peningkatan luas tambah tanam ini diharapkan empat bulan kedepan ada luas panen sejumlah 27.000 hektar.

” Bila diasumsikan produksi 5 ton artinya akan ada produksi empat bulan kedepannya 135 ribu ton,” ungkap Syaripudin.
Luas tambah tanam padi di Kabupaten OKI dibeberapa Kecamatan setiap hari ada tanam dan ada juga panen, sehingga selama satu tahun dari empat tipelogi lahan (irigasi tehnis,tadah hujan,pasang surut,Lebak) diharapakan 2018 ini dapat merealisasikan 181.196 hektar dari luas lahan baku yang ada 130 ribu hektar. Capaian itu di peroleh dari IP100 IP200 dan IP300.

Bila lahan baku itu dapat ditanami IP200 100% maka realisasi tanam bisa mencapai 260 ribu hektar.
Dengan peningkatan IP di lahan sawah artinya petani padi OKI dapat mengelolah lahan tanpa harus melakukan pembakaran lahan dan hal ini juga yang dapat mendukung program Kabupaten OKI zero asap.

 

Sumber : http://kayuagungradio.com/dinas-kptph-kejar-target-nasional-dengan-ip-300/

Kemenangan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H Iskandar SE – H M Djakfar Shodiq (ISO) disambut antusias oleh masyarakat Kabupaten OKI. Sehari pasca pemilihan Bupati dan wakil Bupati OKI, Kamis (28/6), berbagai kalangan masyarakat berduyun-duyun datang ke kediaman H Iskandar SE untuk mengucapkan selamat.

Pantauan di lapangan, tak hanya masyarakat yang ingin mengucapkan selamat kepada H Iskandar SE, melainkan juga para tokoh masyarakat dan kerabat lainnya. Selain itu, karangan bunga ucapan terus berdatangan dari para kerabat H Iskandar dan H M Dja’far Shodiq, termasuk para kader dan pengurus partai yang mengusung ISO.

Dewi Oktarina, warga Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI mengungkapkan, dirinya sengaja bertandang ke kediaman H Iskandar SE yang memenangi Pilkada OKI versi hitung cepat. “Sengaja datang bersama keluarga, anak, dan teman-teman untuk mengucapkan selamat kepada H Iskandar SE,” katanya.

Dirinya mengharapkan, dengan terpilihnya kembali H Iskandar SE yang kali ini didampingi oleh wakilnya H Shodiq agar pembangunan di Kabupaten OKI semakin baik. “Harapannya agar OKI semakin maju, sesuai visi dan misinya menuju OKI Mandira,” jelasnya.

Semenrara itu, H Iskandar SE yang menerima para tamu ini mengucapkan terimakasih atas ucapan dari masyarakat tersebut. Tak lupa, dirinya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dari masyarakat pendukung, para saksi yang bertugas dan juga partai pengusung yang telah bekerja dan membantu proses kemenangan ISO.

“Pilkada telah usai, selanjutnya mari kita kembali bersatu. Tinggalkan perbedaan, jalin kebersamaan untuk memajukan Kabupaten OKI,” ujarnya.